ayoo gabung,,,

ayoo gabung,,,

Senin, 02 April 2012

Tugas 3


Manfaat Membaca dalam Penulisan Karya Tulis


Pendahuluan
Apa sih manfaat membaca itu??? Hal yang menjadi pertanyaan didalam diri kita. Yang paling utama kenapa kita diharuskan membaca, karena merupakan perintah Allah SWT. Dalam Al-Qur’an surat Al-‘Alaq (96) ayat 1, lafalnya “ Iqro’ bismi robbikal-ladzi kholaqo “ yang artinya “ Bacalah dengan nama robb (Tuan, Tuhan) kamu (yakni Aloh) yang menciptakan.“
Lantas membaca apa? Dikatakan dalam Al-Qur’an surat Al-Muzzamil (73) ayat 20, lafalnya “…Faqro-u ma tayassaro minal-qur’an…” yang artinya “…Maka bacalah apa yang mudah (bagi kalian) dari Al-Qur’an…”
Menurut Drs. Nurhadi (1987) Membaca adalah aktivitas yang kompleks yang melibatkan berbagai faktor yang datangnya dari dalam diri pembaca dan faktor luar. Faktor internal dapat berupa intelegensi (IQ), minat, sikap, bakat, motivasi, tujuan membaca dan sebagainya. Faktor eksternal bisa dalam bentuk sarana membaca, teks bacaan, faktor latar belakang sosial ekonomi, kebiasaan dan tradisi membaca. Selain itu, membaca juga dapat dikatakan sebagai jenis kemampuan manusia sebagai produk belajar dari lingkungan dan bukan kemampuan yng bersifat instingnif, atau naluri yang dibawa sejak lahir. Oleh karena itu, proses membaca yang dilakukan oleh seseorang merupakan usaha untuk menghasilkan sesuatu melalui penggunaan modal tertentu. Kemudian menurut pakar yang lain yaitu Edward L. Thorndike, Reading as Thinking dan Reading as Reasoning. Artinya, bahwa proses membaca itu sebenarnya tak ubahnya dengan proses ketika seseorang sedang berpikir dan bernalar. Dalam proses membaca ini terlihat aspek – aspek berpikir seperti mengingat, memahami, membandingkan, menemukan, menganalisis, dan pada akhirnya menerapkan apa-apa yang terkandung dalam bacaan. Sepaham dengan pendapat tersebut, menurut Pawit M. Yusuf membaca adalah berfikir. Tidak ada manusia yang hidup tanpa berfikir, karena sebagai mahkluk sosial ia selalu menghadapi berbagai masalah yang perlu dipecahkan.


Pembahasan
Tingkat pemahaman terhadap bacaan, kurangnya minat membaca merupakan indikator keefektifan membaca seseorang. Jika seseorang yang mempunyai minat dan perhatian yang tinggi terhadap bacaan tertentu, dapat dipastikan akan memperoleh pemahaman yang lebih baik dibandingkan dengan orang lain yang kurang minat membaca.
Ada faktor – faktor eksternal tertentu yang mempengaruhi terhadap kemampuan membaca. Ambil saja  contoh faktor sarana membaca. Penerangan yang jelek akan sangat mempengaruhi hasil membaca. Ingat terjadinya kelelahan mata yang kita alami ketika membaca di tempat yang kurang terang. Demikian juga faktor latar belakang sosial ekonomi, status sosial ekonomi yang tinggi cenderung dilimpahi kemudahan sarana membaca yang memadai. Sehingga terbentuk tradisi atau kebiasaan membaca. Kebiasaan membaca ini yang akan mempengaruhi kemampuan, kecepatan dan keefektifan membaca seseorang.  
Ada indikator bahwa tingkat kemajuan suatu bangsa itu dapat diukur dari berapa banyak waktu sehari-hari yang digunakan untuk membaca, artinya menurt kebutuhan secara pribadi bukan dipaksa membaca seperti halnya membaca demi tugas sekolah, maka semakin tinggi tingkat budaya bangsa tersebut.
Minat baca berbanding lurus dengan kemajuan suatu bangsa. Bangsa yang besar minat bacanya pastilah bangsa yang maju. Mereka akan membaca dalam setiap kesempatan contohnya terlihat tidak hanya dalam perpustakaan umum dan pribadi tetapi juga di stasiun, di kereta,dan dalam perjalanan pun mereka membaca.
Mengenai manfaat membaca, dengan membaca buku bermutu, seseorang memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan orang yang tidak membaca. Selain dengan membaca, orang lebih terbuka cakrawa pemikirannya. Melalui bacaan, seseorang berkesempatan melakukan refleksi dan meditasi sehingga budaya baca lebih terarah kepada budaya intelektual dari pada budaya hiburan yang dangkal. Oleh karena itu, para pakar menyimpulkan untuk membangun masyarakat yang beradab dan maju maka budaya baca perlu dtumbuhkan. Sebagai bahan bacaan utama buku yang bermutu menjadi sarana belajar yag paling berpengaruh seperti di Ensiklopedia.
Dr. Aidh bin Abdullah al-Qarni, dalam bukunya, “La Tahzan” mengungkapkan tentang banyaknya manfaat membaca, yaitu di antaranya sebagai berikut :
  • Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
  • Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan.
  • Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja.
  • Dengan sering membaca, orang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
  • Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
  • Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.
  •  Dengan membaca, orang mengambil manfaat dari pengalaman orang lain: kearifan orang bijaksana dan pemahaman para sarjana.
  • Dengan sering membaca, orang mengembangkan kemampuannya; baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya dalam hidup.
  • Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pemikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia.
  • Dengan sering membaca, orang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai tipe dan model kalimat; lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat).
Membaca merupakan salah satu aktifitas untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi kita. Selain itu, buku bacaan juga sangat mempengaruhi psikologi seseorang. Memberikan buku bacaan yang tidak sesuai akan menimbulkan dampak buruk bagi perkembangan psikologi. Oleh karena itu, perlu ada campur tangan dari orang tua dalam memilih buku bacaan bagi anak. Semoga bermanfaat bagi kita semua sehingga memotivasi kita semua untuk lebih giat lagi membaca... Never Stop for Learning..!!


DAFTAR PUSTAKA

Nurhadi. 1987. Membaca Cepat dan Efektif. Malang: Setia Budi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar