Manfaat
Membaca dalam Penulisan Karya Tulis
Pendahuluan
Apa sih manfaat membaca
itu??? Hal yang menjadi pertanyaan didalam diri kita. Yang paling utama kenapa
kita diharuskan membaca, karena merupakan perintah Allah SWT. Dalam Al-Qur’an
surat Al-‘Alaq (96) ayat 1, lafalnya “ Iqro’ bismi robbikal-ladzi kholaqo “
yang artinya “ Bacalah dengan nama robb (Tuan, Tuhan) kamu (yakni Aloh) yang
menciptakan.“
Lantas membaca apa?
Dikatakan dalam Al-Qur’an surat Al-Muzzamil (73) ayat 20, lafalnya “…Faqro-u ma
tayassaro minal-qur’an…” yang artinya “…Maka bacalah apa yang mudah (bagi
kalian) dari Al-Qur’an…”
Menurut Drs. Nurhadi (1987) Membaca adalah
aktivitas yang kompleks yang melibatkan berbagai faktor yang datangnya dari
dalam diri pembaca dan faktor luar. Faktor internal dapat berupa intelegensi
(IQ), minat, sikap, bakat, motivasi, tujuan membaca dan sebagainya. Faktor
eksternal bisa dalam bentuk sarana membaca, teks bacaan, faktor latar belakang
sosial ekonomi, kebiasaan dan tradisi membaca. Selain itu, membaca juga dapat
dikatakan sebagai jenis kemampuan manusia sebagai produk belajar dari
lingkungan dan bukan kemampuan yng bersifat instingnif, atau naluri yang dibawa
sejak lahir. Oleh karena itu, proses membaca yang dilakukan oleh seseorang
merupakan usaha untuk menghasilkan sesuatu melalui penggunaan modal tertentu. Kemudian
menurut pakar yang lain yaitu Edward L. Thorndike, Reading as Thinking dan
Reading as Reasoning. Artinya, bahwa proses membaca itu sebenarnya tak ubahnya
dengan proses ketika seseorang sedang berpikir dan bernalar. Dalam proses
membaca ini terlihat aspek – aspek berpikir seperti mengingat, memahami,
membandingkan, menemukan, menganalisis, dan pada akhirnya menerapkan apa-apa
yang terkandung dalam bacaan. Sepaham dengan pendapat tersebut, menurut
Pawit M. Yusuf membaca adalah berfikir. Tidak ada manusia yang hidup tanpa
berfikir, karena sebagai mahkluk sosial ia selalu menghadapi berbagai masalah
yang perlu dipecahkan.
Pembahasan
Tingkat pemahaman terhadap bacaan, kurangnya
minat membaca merupakan indikator keefektifan membaca seseorang. Jika seseorang
yang mempunyai minat dan perhatian yang tinggi terhadap bacaan tertentu, dapat
dipastikan akan memperoleh pemahaman yang lebih baik dibandingkan dengan orang
lain yang kurang minat membaca.
Ada faktor – faktor eksternal tertentu yang
mempengaruhi terhadap kemampuan membaca. Ambil saja contoh faktor sarana membaca. Penerangan yang
jelek akan sangat mempengaruhi hasil membaca. Ingat terjadinya kelelahan mata
yang kita alami ketika membaca di tempat yang kurang terang. Demikian juga
faktor latar belakang sosial ekonomi, status sosial ekonomi yang tinggi cenderung
dilimpahi kemudahan sarana membaca yang memadai. Sehingga terbentuk tradisi
atau kebiasaan membaca. Kebiasaan membaca ini yang akan mempengaruhi kemampuan,
kecepatan dan keefektifan membaca seseorang.
Ada indikator bahwa tingkat kemajuan suatu
bangsa itu dapat diukur dari berapa banyak waktu sehari-hari yang digunakan
untuk membaca, artinya menurt kebutuhan secara pribadi bukan dipaksa membaca
seperti halnya membaca demi tugas sekolah, maka semakin tinggi tingkat budaya
bangsa tersebut.
Minat baca berbanding lurus dengan kemajuan suatu bangsa.
Bangsa yang besar minat bacanya pastilah bangsa yang maju. Mereka akan membaca dalam
setiap kesempatan contohnya terlihat tidak hanya dalam perpustakaan umum dan
pribadi tetapi juga di stasiun, di kereta,dan dalam perjalanan pun mereka
membaca.
Mengenai manfaat membaca, dengan membaca buku bermutu,
seseorang memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan orang yang tidak
membaca. Selain dengan membaca, orang lebih terbuka cakrawa pemikirannya. Melalui
bacaan, seseorang berkesempatan melakukan refleksi dan meditasi sehingga budaya
baca lebih terarah kepada budaya intelektual dari pada budaya hiburan yang
dangkal. Oleh karena itu, para pakar menyimpulkan untuk membangun masyarakat
yang beradab dan maju maka budaya baca perlu dtumbuhkan. Sebagai bahan bacaan
utama buku yang bermutu menjadi sarana belajar yag paling berpengaruh seperti
di Ensiklopedia.
Dr.
Aidh bin Abdullah al-Qarni, dalam bukunya, “La Tahzan” mengungkapkan tentang
banyaknya manfaat membaca, yaitu di antaranya sebagai berikut :
- Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
- Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke
dalam kebodohan.
- Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk
bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja.
- Dengan sering membaca, orang bisa mengembangkan
keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
- Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan
menjernihkan cara berpikir.
- Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan
meningkatkan memori dan pemahaman.
- Dengan membaca, orang mengambil manfaat dari
pengalaman orang lain: kearifan orang bijaksana dan pemahaman para
sarjana.
- Dengan sering membaca, orang mengembangkan
kemampuannya; baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun
untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya dalam hidup.
- Membaca membantu seseorang
untuk menyegarkan pemikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya
agar tidak sia-sia.
- Dengan sering membaca, orang
bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai tipe dan model
kalimat; lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap
konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris”
(memahami apa yang tersirat).
Membaca merupakan salah satu
aktifitas untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi kita. Selain itu, buku
bacaan juga sangat mempengaruhi psikologi seseorang. Memberikan buku bacaan
yang tidak sesuai akan menimbulkan dampak buruk bagi perkembangan psikologi. Oleh
karena itu, perlu ada campur tangan dari orang tua dalam memilih buku bacaan
bagi anak. Semoga bermanfaat bagi kita semua sehingga memotivasi kita semua
untuk lebih giat lagi membaca... Never Stop for Learning..!!
DAFTAR
PUSTAKA
Nurhadi. 1987. Membaca Cepat dan Efektif. Malang: Setia Budi.
http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2012/03/10/manfaat-membaca/
[31 Maret 2012]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar